Pengamat Sosial dan Budaya, Radhar Panca Dahana meragukan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat akan berdampak memperbaiki kinerja wakil rakyat. "Enggak ada jaminan. Malah sebaliknya, justru makin anjlok, karena semakin nyaman. Lupa kerjaan," ujar Radhar saat ditemui di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu 2 April 2011.
Selama ini menurutnya, segala fasilitas yang diberikan kepada anggota dewan hanya sia-sia saja. Sebab, kinerja mereka juga tidak menunjukkan hasil yang signifikan. "Kita menyia-nyiakan uang untuk per anggota DPR Rp 2 miliar dari pajak yang kita bayar, tapi kinerja mereka justru semakin merosot," imbuhnya.
Bahkan para anggota dewan itu dianggapnya memiliki kinerja paling buruk dibandingkan dengan lembaga negara lainnya. "Paling buruk tapi paling banyak minta ke rakyat,"kata Radhar.
Seperti diketahui pembangunan gedung dewan ini terus mengundang polemik. Suara penentang pembangunan gedung baru muncul dari dalam dan luar anggota dewan. Sebagian kalangan menilai gedung baru ini tak mendesak sehingga patut ditunda pembangunannya. Selain itu, anggaran yang digunakan juga cukup besar, mencapai Rp 1,6 triliun
Gedung Baru DPR, Semakin Nyaman Semakin Lupa Kerjaan
Read User's Comments(0)
Astagfirullah! Politisi PKS Nonton Film Porno di Sidang Paripurna
Label:
berulah,
wakil rakyat
Jakarta (voa-islam.com) - Usai berubah menjadi partai terbuka, jelang pemilu 2014 ujian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) datang silih berganti.
Kasus poligami tak syar'i, laoran kasus korupsi di KPK dan ancaman fisik yang dilaporkan sang deklarator partai sekaligus mantan anggota Dewan Syuro Ustadz Yusuf Supendi belum reda. Kini , partai yang banyak ditinggalkan oleh para pendirinya itu dicoreng lagi dengan berita mesum di Senayan.
Politisi PKS, Arifinto kepergok menonton video porno saat Sidang Paripurna sedang berlangsung. Anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut. karena mendapat kiriman email dari seseorang. Tapi dari kacamata fotografer yang menjepret Arifinto, terlihat video tersebut dibuka dari kumpulan dokumen atau folder di dalam tablet. Demikian ungkap M Irfan, fotografer Media Indonesia.
"Saya ada bukti-buktinya di kantor, lengkap, itu bukan dari email," kata M Irfan, fotografer Media Indonesia, Jumat (8/4/2011) petang.
Tak disangka, M Irfan pun melihat anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut.
"Saya ada fotonya, itu selama dua menit dia pilih-pilihnya. Kalau videonya sekitar satu menit," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan membantah tudingan Arifinto tentang adanya konspirasi. Fotografer senior itu memang sudah biasa menangkap momen-momen nyeleneh anggota DPR saat bersidang.
Arifinto kepergok melihat tayangan porno saat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011.
Terlihat dari foto, anggota Dewan tersebut menonton berbagai adegan video porno dari kursinya. Video disaksikan dari sebuah tablet komputer.
Ketika ditanya apakah Arifinto pernah mendaftar di situs khusus dewasa yang menyediakan layanan porno, dia hanya mengatakan dirinya menulis email di kartu nama. Siapa pun yang memiliki kartu namanya bisa mengirimkan email kepada dirinya.
Apapun alasannya, membuka file tak senonoh saat sidang tak bisa dibenarkan. Bukankah slogan partai yang bersih, peduli dan profesional itu tak bisa ditegakkan dengan nonton video mesum? Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
Dengan insiden memalukan ini, sebaiknya partai yang dulu didirikan sebagai partai dakwah itu merenungkan firman Allah: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" (Qs Al-Isra 32).
Sumber: VOA-Islam,Com
Kasus poligami tak syar'i, laoran kasus korupsi di KPK dan ancaman fisik yang dilaporkan sang deklarator partai sekaligus mantan anggota Dewan Syuro Ustadz Yusuf Supendi belum reda. Kini , partai yang banyak ditinggalkan oleh para pendirinya itu dicoreng lagi dengan berita mesum di Senayan.
Politisi PKS, Arifinto kepergok menonton video porno saat Sidang Paripurna sedang berlangsung. Anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut. karena mendapat kiriman email dari seseorang. Tapi dari kacamata fotografer yang menjepret Arifinto, terlihat video tersebut dibuka dari kumpulan dokumen atau folder di dalam tablet. Demikian ungkap M Irfan, fotografer Media Indonesia.
"Saya ada bukti-buktinya di kantor, lengkap, itu bukan dari email," kata M Irfan, fotografer Media Indonesia, Jumat (8/4/2011) petang.
Tak disangka, M Irfan pun melihat anggota Komisi V DPR tersebut sedang membuka-buka folder dari tablet. Tak lama kemudian, muncullah video porno tersebut.
"Saya ada fotonya, itu selama dua menit dia pilih-pilihnya. Kalau videonya sekitar satu menit," sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irfan membantah tudingan Arifinto tentang adanya konspirasi. Fotografer senior itu memang sudah biasa menangkap momen-momen nyeleneh anggota DPR saat bersidang.
Arifinto kepergok melihat tayangan porno saat sidang paripurna tentang pengesahan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dan pidato penutupan masa sidang III tahun sidang 2010-2011.
Terlihat dari foto, anggota Dewan tersebut menonton berbagai adegan video porno dari kursinya. Video disaksikan dari sebuah tablet komputer.
Ketika ditanya apakah Arifinto pernah mendaftar di situs khusus dewasa yang menyediakan layanan porno, dia hanya mengatakan dirinya menulis email di kartu nama. Siapa pun yang memiliki kartu namanya bisa mengirimkan email kepada dirinya.
Apapun alasannya, membuka file tak senonoh saat sidang tak bisa dibenarkan. Bukankah slogan partai yang bersih, peduli dan profesional itu tak bisa ditegakkan dengan nonton video mesum? Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
Dengan insiden memalukan ini, sebaiknya partai yang dulu didirikan sebagai partai dakwah itu merenungkan firman Allah: "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" (Qs Al-Isra 32).
Sumber: VOA-Islam,Com
Lanjutkan Bangun Gedung, DPR Bukan Wakil Rakyat Tapi Wakil Parpol
Label:
kontrofersi,
pembangunan
Jakarta - DPR tetap melanjutkan pembangunan gedung baru meski rakyat gencar melancarkan penolakan. Karena itu, DPR bukan lagi wakil rakyat, melainkan hanyalah wakil parpol.
"Bahwa DPR tetap pada sikapnya hanya menambah bobot asumsi umum saja bahwa anggota DPR itu wakil partai bukan wakil rakyat. Sekalipun begitu kita akan tetap pada sikap menolak pembangunan gedung hingga rakyat mendapatkan kesejahteraannya," kata Direktur LIMA, Ray Rangkuti di Jakarta, Jumat (8/4/2011).
Bagi Ray, sangat sulit mencerna hasil rapat konsultasi pimpinan DPR tentang rencana pembangunan gedung kemarin. Sebab, keputusan yang diambil jelas-jelas tak sesuai dengan aspirasi rakyat.
Bahkan, masih ada dua fraksi yang menolak dan satu fraksi yang meminta rencana pembangunan ditunda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun sudah meminta ada penghematan anggaran dan evaluasi pembangunan gedung.
"Jelas tak ada kesepakatan dalam hal ini. Yang nyata tetap ada perbedaan yang sejatinya membuat posisi DPR setidaknya menunda bukan melanjutkan," tegasnya.
Hal yang mencurigakan lainnnya adalah, rencana DPR untuk meminta Kementerian Pekerjaan Umum menghitung kemungkinan efisiensi anggaran. Namun, di saat yang sama proses pembangunan gedung tetap berjalan.
"Sejatinya proses pembangunan gedung harus dinyatakan ditunda terlebih dahulu sampai ada keterangan dari pihak PU tentang penghematan yang dimaksud. Artinya proses pembangunan gedung baru dapat dinyatakan berlangsung setidaknya setelah ditetapkan anggaran baru melalu APBNP," terangnya.
Meski ada keinginan untuk berhemat, langkah itu juga patut dipertanyakan. Justru penghematan yang diumbar diprediksi tak lebih menjadi pemanis belaka untuk mendapat dukungan rakyat.
"Lebih dari itu, hal ini justru berpotensi membuka ruang masuknya permainan anggaran di dalamnya yang dapat berujung pada tindakan korupsi," lanjutnya.
Sebelumnya, pimpinan DPR setelah menggelar rapat konsultasi Dewan memutuskan melanjutkan pembangunan gedung baru. 7 Fraksi mendukung, sementara dua lainnya, yakni FPAN dan Fraksi Gerindra menolak.
Pagi ini DPR akan menggelar rapat paripurna menutup masa sidang pertama tahun 2011.
Sumber: Detik.Com
"Bahwa DPR tetap pada sikapnya hanya menambah bobot asumsi umum saja bahwa anggota DPR itu wakil partai bukan wakil rakyat. Sekalipun begitu kita akan tetap pada sikap menolak pembangunan gedung hingga rakyat mendapatkan kesejahteraannya," kata Direktur LIMA, Ray Rangkuti di Jakarta, Jumat (8/4/2011).
Bagi Ray, sangat sulit mencerna hasil rapat konsultasi pimpinan DPR tentang rencana pembangunan gedung kemarin. Sebab, keputusan yang diambil jelas-jelas tak sesuai dengan aspirasi rakyat.
Bahkan, masih ada dua fraksi yang menolak dan satu fraksi yang meminta rencana pembangunan ditunda. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun sudah meminta ada penghematan anggaran dan evaluasi pembangunan gedung.
"Jelas tak ada kesepakatan dalam hal ini. Yang nyata tetap ada perbedaan yang sejatinya membuat posisi DPR setidaknya menunda bukan melanjutkan," tegasnya.
Hal yang mencurigakan lainnnya adalah, rencana DPR untuk meminta Kementerian Pekerjaan Umum menghitung kemungkinan efisiensi anggaran. Namun, di saat yang sama proses pembangunan gedung tetap berjalan.
"Sejatinya proses pembangunan gedung harus dinyatakan ditunda terlebih dahulu sampai ada keterangan dari pihak PU tentang penghematan yang dimaksud. Artinya proses pembangunan gedung baru dapat dinyatakan berlangsung setidaknya setelah ditetapkan anggaran baru melalu APBNP," terangnya.
Meski ada keinginan untuk berhemat, langkah itu juga patut dipertanyakan. Justru penghematan yang diumbar diprediksi tak lebih menjadi pemanis belaka untuk mendapat dukungan rakyat.
"Lebih dari itu, hal ini justru berpotensi membuka ruang masuknya permainan anggaran di dalamnya yang dapat berujung pada tindakan korupsi," lanjutnya.
Sebelumnya, pimpinan DPR setelah menggelar rapat konsultasi Dewan memutuskan melanjutkan pembangunan gedung baru. 7 Fraksi mendukung, sementara dua lainnya, yakni FPAN dan Fraksi Gerindra menolak.
Pagi ini DPR akan menggelar rapat paripurna menutup masa sidang pertama tahun 2011.
Sumber: Detik.Com
Langganan:
Komentar (Atom)





